Pada Sabtu (29/9/2019) Mujahid 212 kembali mengelar demo di sekitar istana negara, tepatnya di daerah Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mujahid 212 menuntut agar presiden terpilih yaitu Joko Widodo, untuk mengundurkan diri.

Mujahid 212 mengatakan bahwa jika presiden turun sekarang adalah kehinaan akan tetapi jika turun nanti akan lebih hina lagi. Selain berdemo dan menuntut presiden Republik Indonesia untuk turun, Mujahid 212 juga berdoa yang isinya melaknat presiden dan 7 turanan serta polisi dan keturunannya.

Adapun doa laknat yang dipanjatkan mujahid 212 sebagai berikut

“Kalau kami yang adu domba, laknat kami Ya Allah…!. Azab kami Ya Allah…!. Tapi kalau ternyata Jokowi dan rezimnya dan pak polisi-polisinya. Mereka yang dholim, mereka yang mengkhianati rakyatnya, mereka yang menyebabkan Indonesia sengsara. Laknat 7 turunanya Ya Allah. Azab 7 turunanya Ya Allah, Allahu Akbar Allahu Akbar.

Demikianlah mengerikan doa yang dipanjatkan oleh Mujahid 212 ini. lantas adakah tuntunannya dari Rasullulah untuk melaknat suatu rezim..? adakah tuntunannya dalam Islam untuk melaknat suatu rezim..?

Suatu ketika Nabi shallallahu’alaihiwasallam mendoakan laknat untuk Abu Jahl, begitu juga orang-orang musyrik Quraisy lainnya, kemudian Allah menegur Nabi melalui firmanNya:

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

Artinya: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim” [QS. Ali Imran:128].

Nabi Muhammad juga bersabda

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

Artinya: “Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya”. [HR. Tirmidzi].Baca Juga:  Relasi Akhlak Anak-Bapak (Bagian III-Habis)

Dengan demikian maka seorang muslim yang baik tidak boleh melaknat suatu kaum atau rezim. Barangkali kaum yang dilaknat itu malah mendapatkan rahmat Allah. Sehingga doa Mujahid 212 yang melaknat suatu rezim adalah suatu kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam. Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk mendoakan laknat kepada suatu kaum atau rezim.

Larangan Mendoakan Laknat Kepada Suatu Rezim

Sayid Abdullah Al-Haddad juga menyatakan larangan seorang muslim mendoakan laknat kepada sesama muslim. Dalam Kitabnya, beliau berkata

واحذر – أن تدعو على نفسك أو على ولدك أو على مالك أو على احد من المسلمين وإن ظلمك,  فإن من دعا على من ظلمه فقد انتصر. وفي الخبر “لا تدعوا على انفسكم ولا على أولادكم ولا على اموالكم لاتوافقوا من الله ساعة إجابة”.

Artinya: “Jangan sekali-kali mendoakan datangnya bencana atau mengutuk diri sendiri, keluargamu, hartamu ataupun seseorang dari kaum Muslimin walaupun ia bertindak dzalim terhadapmu, sebab siapa saja mengucapkan doa kutukan atas orang yang mendzaliminya, berarti ia telah membalasnya. Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Jangan mendoakan bencana atas dirimu sendiri, anak-anakmu ataupun harta hartamu. Jangan-jangan hal itu bertepatan dengan saat pengabulan doa oleh Allah SWT’.”

Doa laknat juga akan berpotensi kembali kepada yang berdoa tersebut apabila yang didoakan tidak layak menerima doa laknat tersebut, jelas hal ini sangat berbahaya. Sayid Abdullah Al-Haddad berkata:

“Ketahuilah bahwa suatu laknat, bila telah keluar dari mulut seseorang, akan naik ke arah langit, maka ditutuplah pintu-pintu langit di hadapannya sehingga ia turun kembali ke bumi. Dan dijumpainya pintu-pintu bumi pun tertutup baginya, lalu ia menuju ke arah orang yang dilaknat jika ia memang patut menerimanya, atau jika tidak, laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya”.

Dengan demikian maka tidak patutlah Mujahid 212 itu mendoakan laknat kepada suatu rezim. Alangkah lebih baiknya jika Mujahid 212 ini mendoakan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Agar bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang dijanjikan tuhan, yaitu bangsa yang baik dan diampuni tuhannya, baldatun toyibatun warobbun ghofur. Amin,

Sumber : Harakatuna

#muslimsejati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here